idealis vs perasaan..

bingung.. beberapa bulan ini kok gw merasa hidup gw jadi miserable gini..

lebih tepatnya beberapa minggu terakhir ini..

what the hell is going on ??

kenapa lingkungan menjadi sangat terasa asing buat gw ??

kenapa justru didalam keramaian gw merasa kesepian ??

kenapa segala sesuatunya menjadi tidak bersemangat seperti hari sebelumnya ??

ahh.. ada yang aneh.. sungguh ada yang aneh..

kenapa semuanya jadi gini ya ??

mungkin ini dimulai ketika ada pertentangan antara sifat melankolis dan perasaan..

perasaan untuk menyukai seseorang, perasaan untuk bisa menaruh harapan pada seseorang.. yang kemudian terbentur dengan freakin idealis telah melahirkan sisi yang berbeda dalam diri gw.. memandang suatu kondisi dengan memandingkannya pada kondisi yang ideal atau sempurna telah membuat segala sesuatunya menjadi kompleks.. terlalu banyak analisis, terlalu banyak yang harus dipertimbangkan, terlalu banyak persepsi, uhhh.. kata Hj.Rhoma Irama “terlaaluuuuuu ”

padahal kan semua ga harus sekompleks itu.. padahal ga dilapangannya seperti itu.. ahhh melankolis ini emang bener2 harus ditekan.. kenapa koleris gw tiba2 menghilang ya akhir2 ini.. padahal kemarin2 masih ada tepat dipundak gw..

mana ini “mencoba menghadapi segala sesuatu dengan resikonya” ?? kok bisa2nya ga muncul ?? “berani tantangannya” kok ga ada ?? apalagi pepatah yang mengatakan “klo ga dicoba, gmn kita bisa tau ? ”

mana ??? mana ?? mana ???

BAHAYA !!!

penyakit ini mulai menggerogoti segala aspek..  tapi kok gw malah seperti sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini.. this is not good.. gw mesti nyari solusi nya.. tp gmn caranya ??

sempat gw berfikir untuk mencoba menghilangkan perasaan ini.. dalam benak gw tercipta kata-kata “kenapa gw harus terjebak dalam pasir hisap yang menyita banyak hal baik waktu maupun pikiran??”

tetapi ketika gw mau mencoba untuk membunuh rasa ini.. semua sia-sia.. semua akan kembali, perasaan ga bisa dibohongi..

sekarang keadaanya semakin ga baik… gw pengen melakukan sesuatu, cuma gw ga pengen karena terpaksa oleh lingkungan.. gw ga pengen ada katalisator.. gw ga pengen smuanya gegabah.. gw ga pengen cepet2 mengambil keputusan.. tapi waktu seakan menjadi musuh gw.. realita memaksa gw untuk berkata tidak.. idealisme muncul memperkuat realita itu..

ahh jadi bingung kan.. huhu..

gw cuma ga mau ada penyesalan.. itu aja sih..

apapun pilihan yang nanti gw ambil itu.. benar atau salah.. gw ga mau ada PENYESALAN.. gw ga mau sadar setelah segala sesuatunya terjadi.. ckckck..

sekian dulu ah..

Iklan

~ oleh Risdo Wilson pada Maret 23, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: