rasa yang telah berkarat (dalam kesendirianku aku mencoba menulis maknamu)

katakanlah siapa diriku wahai gelapnya malam yang menyembunyikan hati
ketika kulihat indahmu, dan hendak kugapai
namun enggan ku menunjukkan diri

aku terdiam..
aku bungkam..
satu sisi dimensi tak lagi menyuarakan satu ruang
ketika kau datang seperti pencuri
memburu mimpi bersama dinginnya angin malam

aku teringat ketika engkau berkata manja kala itu
rona merah menerpa dibalut senja sinar sore
kata mereka kau memang cantik
tapi walaupun setiap orang tertipu dengan kecantikan
aku bicara padamu tentang cinta dan kepribadian

kau takkan tau nona,
ya..
begitu juga dengan aku
tentang akhir sebuah kisah..
kita terlanjur bermain dalam teka-teki yang telah kita mulai
dan setiap detik diamnya adalah misteri
masihkah kita bermesra ketika tak ada kata-kata ??
atau hanya diam yang menjadi jawabnya…

aku harap tidak…
sampai kau membaca rasa yang telah berkarat
dalam setiap inchi tulisan ini


dalam kesendirianku aku mencoba menulis maknamu

Bandung, 17 April 2009

Iklan

~ oleh Risdo Wilson pada April 18, 2009.

3 Tanggapan to “rasa yang telah berkarat (dalam kesendirianku aku mencoba menulis maknamu)”

  1. Assalamu ‘alaikum mas, demi menjalin silaturahmi sesama Blogger marilah kita saling bertukar link, gimana mas?? Salam kenal yah dari Dedhy Kasamuddin šŸ˜€

  2. rasa yang berkarat seperti sebuah prasasti yang tertinggal dibenak sejarah

  3. trima kasih mas..

    mari berkreasi dan berekspresi melalu tulisan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: